Kesehatan

Tips Untuk Atasi Mata Lelah Saat Bekerja di Kantor
Duduk di depan komputer dalam ruang ber-AC kabarnya dapat membuat mata menjadi kering. Pendapat ini benar adanya karena memelototi komputer untuk waktu yang lama membuat mata lebih jarang terlumasi. Apalagi ditambah terpaan angin dari AC membuat cairan mata lebih cepat kering


Pekerja kantoran seringkali harus memandangi layar komputer untuk waktu yang lama dengan posisi duduk yang salah. Akibatnya persebaran kekuatan otot-otot punggung tidak terdistribusi secara merata dan membebani tubuh. Akhirnya, badan menjadi cepat lelah. Ujung-ujungnya, bagian yang paling terpengaruh adalah mata.

"70% bagian otak berhubungan dengan mata, yaitu daerah korteks serebral. Proses belajar dan mengingat juga berkaitan dengan mata. Jadi mata sangat mudah terpengaruh oleh kondisi fisik tubuh," kata dr Gilbert WS Simanjuntak, Sp.M(K), dokter mata dan bedah retina RS PGI Cikini dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan radio KBR68H di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Kelelahan yang dialami pada mata tersebut sebenarnya juga berasal dari kelelahan fisik, dan sebaliknya. Ditambah dengan mata kering akibat terkena AC dan lama menatap komputer, maka mata terasa cepat lelah.

Untuk mengatasinya, dr Gilbert menyarankan agar tidak menghadapkan AC atau kipas angin ke arah mata. Selain itu, pastikan postur duduk yang tegak agar otot punggung tidak cepat capek. Kalau perlu, gunakan kaca mata yang lebar untuk menahan terpaan angin dari AC atau kipas angin. Apabila mata terasa lelah, istirahatkan mata dengan memejamkan mata selama 5 menit. Terakhir, rajin berolahraga untuk memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah ke mata.

"Tingkat kelelahan dan seberapa lama waktu yang dihabiskan hingga mata menjadi lelah berbeda-beda pada setiap orang. Cara sederhana lainnya untuk mengatasi mata lelah adalah melihat dengan jarak yang jauh. Dengan melihat benda jauh seperti melihat keluar gedung atau pemandangan akan membuat otot mata lebih rileks," kata dr Gilbert.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bekerja di tempat sempit lebih cepat lelah dibanding orang yang bekerja di tempat luas. Jadi jika merasa lelah di kantor, pejamkan mata selama 5 menit atau berjalan-jalanlah sebentar sambil melihat pemandangan di luar.



Pola Pikir Positif dapat Meningkatkan Penglihatan Anda
Stres biasanya dianggap sebagai hal yang negatif. Tetapi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis stres dapat membuat sel berubah menjadi lebih kuat dalam menghadapi cedera dan penyakit.

Para ilmuwan di Washington University School of Medicine telah menemukan pengobatan yang dapat mencegah kerusakan saraf mata akibat penyakit glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit kerusakan saraf yang menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.

Peneliti meningkatkan ketahanan sel-sel saraf optik tikus yang telah mengalami kerusakan dengan cara membuat tikus berada dalam kondisi yang memicu stres, yaitu memaparkannya pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Stres akibat lingkungan yang minim oksigen ini membangkitkan respon pelindung dan membuat sel-sel saraf lebih kuat dan tidak rentan mengalami cedera.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Medicine ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa kemampuan saraf dalam mentoleransi stres dari lingkungan dapat melindungi dirinya sendiri dari kerusakan.

Para ilmuwan sebelumnya menduga bahwa efek perlindungan tersebut hanya berlangsung beberapa hari. Tetapi, Jeffrey M. Gidday, PhD, profesor bedah saraf dan mata Washington University School of Medicine telah mengembangkan cara yang dapat memperpanjang efek perlindungan tersebut dari hitungan hari menjadi bulan.

Dengan membuat tikus berada dalam kondisi rendah oksigen selama beberapa kali selama dua minggu, Gidday bisa memperpanjang efek perlindungan tersebut. Setelah pengkondisian berakhir, saraf akan terlindungi dari kerusakan selama minimal 8 minggu.

"Setelah kami menemukan bahwa efek perlindungan dapat diperpanjang, kami bertanya-tanya apakah perpanjangan ini juga dapat melindungi saraf dari cedera dan kerusakan yang menjadi ciri khas penyakit kerusakan saraf," kata Gidday seperti dilansir Medicalxpress.com, Rabu (4/4/2012).

Untuk mengetahuinya, Gidday mencoba meneliti pengkondisian ini terhadap glaukoma, penyakit yang diakibatkan oleh naiknya tekanan cairan yang mengisi bola mata. Pengobatan glaukoma yang ada saat ini adalah dengan mengurangi tekanan cairan, tetapi tidak melindungi retina dan saraf optik dari kerusakan.

Glaukoma dikategorikan sebagai penyakit kerusakan saraf karena secara perlahan-lahan mematikan sel ganglion retina. Sel-sel ini terletak di retina mata dan membentuk saraf optik. Semakin banyak ganglion yang mati akan membuat retina tidak berfungsi sehingga pasien berkurang penglihatannya dan akhirnya menjadi buta.

Dalam penelitian ini, tikus dibuat agar mengalami glaukoma dengan cara mengikat pembuluh yang memungkinkan cairan mengalir dari matanya. Akibatnya tekanan dalam mata meningkat. Peneliti kemudian melihat berapa banyak sel ganglion yang masih utuh setelah 3 - 10 minggu.

Para peneliti menemukan bahwa tikus normal kehilangan rata-rata 30% ganglion setelah mengalami glaukoma selama 10 minggu. Tapi tikus yang dipaparkan dengan kondisi rendah oksigen sebelum menjalani operasi glaukoma hanya kehilangan 3% ganglionnya.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ada ratusan gen yang menjaga kelangsungan hidup di dalam DNA, namun gen-gen ini tidak aktif. Ketika gen ini diaktifkan, protein di dalamnya dapat membuat sel-sel jauh lebih kuat menghadapi penyebab cedera atau kerusakan. Mengidentifikasi gen-gen ini secara spesifik akan membantu pengembangan obat yang dapat mengaktifkan gen ini," kata Gidday.

Saat ini, ahli saraf sedang melakukan uji klinis untuk melihat apakah stres dapat mengurangi kerusakan otak setelah cedera parah seperti stroke, perdarahan otak atau trauma.



Stres yang Positif Bisa Cegah Kerusakan Saraf Mata 


Menggunakan lensa kontak memang lebih praktis dibandingkan dengan kacamata. Tetapi jika Anda tidak dapat memakai, merawat, dan membersihkan lensa kontak dengan tepat, mata akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Berikut 10 kondisi paling umum pada pemakai lensa kontak yang mengakibatkan infeksi pada mata, seperti dilansir dari redorbit, Jumat (1/6/2012) antara lain:

1. Anda memasang lensa kontak dengan tangan yang kotor

Memasang lensa kontak dengan tangan yang kotor tentu akan mengundang infeksi dan iritasi. Anda harus mencuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak dan pastikan kuku Anda pendek sehingga tidak akan merobek atau menggores lensa.

Jangan menggunakan air keran atau air liur untuk mencuci lensa kontak Anda, gunakan cairan khusus yang dapat Anda beli di optik.

2. Anda memakai lensa kontak terlalu lama

Penggunaan lensa kontak dapat menghambat aliran oksigen ke mata. Jika Anda memakai lensa kontak lebih lama dari yang diresepkan oleh dokter mata, Anda akan meningkatkan risiko terhadap ulkus kornea, yaitu timbulnya parut pada kornea dan bahkan menyebabkan kebutaan.

3. Anda mengonsumsi obat yang membuat mata kering

Beberapa jenis obat dapat berdampak pada mata. Ketika Anda mengonsumsi pil KB, hormon estrogen Anda akan meningkat dan bisa membuat mata wanita lebih sensitif, produksi air mata menurun dan mata cenderung kering.

Obat antihistamin untuk mengurangi alergi mungkin juga mengeringkan mata Anda. Beberapa jenis obat jerawat dapat menyebabkan sensasi gatal pada mata. Pastikan untuk memberitahu dokter mata Anda akan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi sebelum memutuskan menggunakan lensa kontak.

4. Anda menggunakan cairan lensa kontak yang sudah kadaluarsa

Masing-masing produk cairan lensa kontak mengandung bahan pengawet yang dapat mengiritasi mata. Jangan gunakan cairan tersebut jika telah lewat tanggal kedaluarsanya. Masalah kadang muncul ketika Anda beralih merek atau jenis cairan lensa kontak.

5. Mata Anda terlalu kering

Sejak lensa kontak menutupi permukaan mata dan membatasi oksigen, banyak pemakai lensa kontak yang mengalami mata kering. Dan kekeringan dapat menjadi lebih buruk dalam situasi tertentu seperti di pesawat terbang, dalam iklim kering dan saat mengonsumsi antihistamin. Pastikan Anda membawa sebotol air mata buatan ketika bepergian dan seringlah berkedip untuk menjaga mata tetap dilumasi.

6. Anda mengenakan riasan mata

Riasan pada mata seperti pemakaian maskara dan eyeliner ketika sedang mengenakan lensa kontak dapat menyebabkan iritasi, mata bengkak, merah, atau terinfeksi. Pilih maskara yang tahan air agar tidak luntur dan masuk ke mata. Lepaskan lensa kontak Anda terlebih dahulu sebelum menghapus make up.

7. Mata terpapar bahan kimia oleh produk perawatan rambut di salon

Hairspray dan produk salon lainnya dapat melepaskan bahan kimia ke udara dan dapat mengiritasi mata yang mengenakan lensa kontak. Pastikan Anda telah melepas lensa kontak sebelum Anda mengeringkan rambut dengan hair dryer.

8. Mata terpapar polusi di jalan raya

Iritasi juga dapat terjadi ketika debu, serbuk sari, asap dan bulu hewan peliharaan mengenai lensa kontak Anda. Pertimbangkan untuk beralih mengenakan kacamata ketika Anda menghabiskan waktu seharian di luar ruangan yang penuh polusi.

9. Anda langsung mengenakan lensa kontak setelah selesai berenang

Lensa kontak yang terkena klorin air kolam renang dapat mengkontaminasi mata Anda. Tunggulah sekitar satu jam sebelum Anda memasang kembali lensa kontak Anda.

10. Anda merokok

Perokok yang memakai lensa kontak berada pada risiko 8 kali lebih tinggi untuk mengembangkan ulkus kornea dibandingkan pemakai lensa kontak yang tidak merokok. Berkonsultasilah dengan dokter mata jika Anda mengalami gejala seperti penglihatan kabur atau sakit mata, atau jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi mata termasuk gatal, seperti terbakar, atau sensitif terhadap cahaya.


10 Rutinitas Bangun Tidur yang Membangkitkan Energi 

Kebanyakan orang malas-malasan ketika bangun tidur di pagi hari, padahal kinerja yang akan Anda jalani sepanjang hari telah terbentuk sejak bangun tidur. Jadilah orang yang selalu bersemangat memulai hari dengan cara memperbaiki rutinitas bangun tidur.

Seperti dilansir sheknows, Minggu (23/09/2012) berikut 10 rutinitas bangun tidur yang dapat membuat Anda bersemangat menjalani aktivitas sepanjang hari:

1. Peregangan
Ketika pertama kali membuka mata saat bangun di pagi hari, pikiran masih kabur dan susah untuk fokus. Agar pikiran dapat segera fokus dan siap untuk beraktivitas, cobalah untuk melakukan peregangan sederhana di kasur seperti pose yoga. Hal ini akan membantu Anda membangun energi untuk bangkit dari kamar tidur dan bersiap memulai aktivitas.

2. Latihan ringan
Setelah beranjak dari tempat tidur, lakukan beberapa latihan untuk memperlancar aliran darah. Hal ini adalah cara yang paling bagus untuk memulai hari agar lebih berenergi, misalnya dengan cara berjalan-jalan, sit-up atau push-up singkat.

3. Jangan terlalu banyak minum kopi
Kafein dalam kopi memang membuat Anda lebih terjaga dan waspada, tetapi jika jumlahnya berlebihan atau lebih dari dua cangkir dapat menimbulkan beberapa efek negatif pada kesehatan. Kopi juga bersifat diuretik yang meningkatkan jumlah urin dan menyerap kalsium yang dibutuhkan tulang. 

4. Minum lebih banyak air putih
Ketika tidur, Anda akan kehilangan cairan tubuh, sehingga akan merasa kehausan ketika bangun di pagi hari. Minumlah beberapa gelas air putih dingin untuk menyegarkan tubuh dan membantu untuk merangsang sistem saraf dan saluran pencernaan.

5. Konsisten dengan tidur
Pergi tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap hari karena tubuh Anda menyukai konsistensi. Menetapkan jam tidur lebih awal di malam hari akan memudahkan Anda bangun di pagi hari.

6. Setel alarm dengan musik yang lembut
Terbangun karena suara jam alarm yang keras dan berisik dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar terkena serangan jantung. Pilihlah suara musik lembut sebagai nada alarm yang disetel dengan volume yang meningkat agar Anda tidak terlalu kaget.

7. Matikan alat elektronik 
Matikan alat elektronik seperti komputer atau TV sebelum Anda pergi tidur. Lampu yang terlalu terangjuga dapat mengganggu otak ketika tidur, sehingga sulit untuk dapat tidur dengan nyenyak. Tidur yang nyenyak akan membuat Anda bangun dengan lebih berenergi di pagi hari.

8. Segeralah mandi
Mandi dapat membangunkan kembali sistem saraf tubuh setelah tidur dan membuat Anda merasa lebih bugar untuk memulai aktivitas.

9. Sarapan pagi
Perut akan kosong ketika bangun tidur di pagi hari, padahal tubuh membutuhkan energi untuk bergerak. Sarapan yang sehat setiap pagi dapat menyumbangkan energi untuk memulai aktivitas.

10. Bernapas dalam-dalam
Bangun pagi pada sebagian orang akan diikuti perasaan cemas karena hal-hal yang akan dihadapinya di siang hari, sehingga mulailah hari dengan menarik napas dalam-dalam agar lebih rileks
.



Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kelamaan Duduk


Sebagian besar orang terbiasa untuk duduk berjam-jam di meja kantor. Tapi apakah Anda tahu risiko yang mengancam kesehatan bila kelamaan duduk?

Jika Anda duduk 8 hingga 10 jam dalam posisi yang sama, maka sebaiknya waspada dengan konsekuensi kesehatan yang serius. Berikut beberapa akibat buruk yang terjadi jika Anda duduk berjam-jam, seperti dilansir Boldsky, Senin (24/9/2012):

1. Sakit punggung
Orang yang duduk berlama-lama di meja kantor biasanya mengeluh nyeri punggung di bagian bawah atau sakit tulang belakang secara keseluruhan. Kondisi ini terjadi karena adanya kekakuan otot yang disebabkan duduk dalam waktu yang sama.

2. Gangguan fungsi metabolik
Beberapa penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa jika Anda duduk selama berjam-jam, maka sistem metabolisme dalam tubuh Anda akan terganggu. Sistem metabolisme terganggu menyebabkan penurunan kadar kolesterol baik dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat menimbulkan masalah kesehatan secara keseluruhan.

3. Peningkatan risiko diabetes
Penelitian menunjukkan perempuan yang duduk sampai 7 jam sehari berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam seminggu, maka cenderung menunjukkan tanda-tanda penyakit lebih awal.

4. Nyeri leher
Setelah duduk tegak berjam-jam, Anda juga kerap merasakan nyeri leher. Hal ini terjadi terutama disebabkan oleh peradangan pada sendi tulang belakang.

5. Mati muda
Penelitian telah membuktikan semakin lama duduk, semakin pendek usia Anda. Hal ini karena tubuh masuk ke dalam fase 'shutdown' lengkap. Anda juga lebih mungkin mengembangkan lemak darah dan kadar kolesterol tinggi jika duduk berlama-lama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sehingga ada kemungkinan peningkatan serangan jantung dan penyakit fatal lainnya.







Tidak ada komentar :

Posting Komentar